Hadirkan Menu Restoran di Rumah

Rabu, 28 April 2010


Banyaknya rumah makan baru saat ini membuat selera makan anak berkembang. Mereka menjadi enggan makan makanan rumahan karena dianggap kurang memancing selera. Akhirnya, agar anak mau makan dan gizinya terpenuhi, orangtua lagi-lagi membawa anak ke restoran.

Rina Poerwadi, dari Mom Can Cook, mengatakan bahwa menjadi tugas ibu untuk menyesuaikan selera makan anak yang berorientasi pada masakan restoran ini.

"Selera makan anak kini memang berubah karena mereka punya banyak pilihan, termasuk makanan di restoran. Ibu harus menyesuaikannya dengan menghadirkan makanan restoran di rumah, dengan memasaknya," papar Rina seusai konferensi pers "100 % Nutrisi untuk Buah Hati" yang diadakan oleh MeadJohnson di Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Anda bisa mengombinasikan makanan di rumah dengan bahan yang simpel dan disukai anak-anak. Pilihan resep bisa dicari melalui banyak cara, yaitu internet, baca buku resep, atau bahkan ikut kursus masak. Bagi Rina, yang terpenting dari resep masakan adalah mindset sang ibu yang harus diubah. Karena pola makan dan selera makan anak ditentukan oleh ibunya.

"Masalah anak sulit makan jangan terlalu dibuat kompleks. Ibu harus mencoba lebih dahulu, dengan menyajikan masakan buatannya. Lalu cari tahu apa yang tepat untuk anak, baik dari makanan kesukaan, asupan gizi, maupun porsi yang tepat. Lama-kelamaan ibu akan tahu kebutuhan anak, dan makanan apa yang tepat sehingga selera makan anak pun bisa teratasi dari rumah," jelas Rina.

Gamblangnya, jika si ibu tak pernah mencoba memasak maka dia tak akan pernah memasak. Padahal, ibu yang memasak sendiri atau menyiapkan bekal untuk sekolah anak akan menumbuhkan kecintaan anak pada makanan rumah. Pilihan menu dengan konsep ATM (amati, tiru, dan modifikasi) dari restoran sekalipun sah saja.

Dengan memasak sendiri menu restoran kesukaan anak di rumah, perhatian ibu kepada anak ataupun sebaliknya menjadi terbangun.

"Fase perempuan setelah menikah, melahirkan, dan kemudian mengasuh anak akan berujung kepada fokus perhatian kepada anak," ujar Rina.

Memberikan perhatian bisa dengan membuatkan makanan sendiri. Meski sibuk dengan urusan lain, atau bagi ibu bekerja, sempatkan waktu untuk setidaknya mengolah makanan sendiri di dapur untuk anak, lanjutnya. Tak harus setiap jam makan, misalkan untuk sarapan saja, dengan membuat egg sandwich misalnya. Bentuk perhatian ini tak hanya akan membuat anak senang. Namun sebagai ibu, Anda pun terpuaskan karena Anda sanggup membagi waktu dan memberi perhatian utuh untuk buah hati.

Pada akhirnya, urusan makanan anak pun menjadi bagian dari pola pengasuhan orang tua. Dengan sajian yang tepat dan bukan ala kadarnya, bukan tidak mungkin si anak tak habisnya memuji Anda. Akan menjadi kepuasan tersendiri bukan, jika si anak jadi doyan makan lantaran senang ibunya mampu menghadirkan masakan yang biasanya didapat di restoran.

Trik Memancing Selera Makan Anak

Sabtu, 17 April 2010


Tak sedikit para ibu yang was-was jika anak mulai tak mau makan. Namun perlu dipahami, letak masalahnya bukan pada diri anak. Bagaimana Anda memberi perhatian penuh saat waktu makan, dan kreativitas yang dibuat agar makan menjadi menyenangkan buat anak, itu yang penting.

Rina Poerwadi, praktisi Holistic Aromatherapy, dalam konferensi pers "100 % Nutrisi untuk Buah Hati" yang diadakan oleh MeadJohnson di Jakarta, Rabu (3/1/2010), berbagi rahasia. Diakuinya kreativitas Anda menjadi ujung tombak supaya anak lahap dengan makanannya, seperti:

Waktu makan menjadi hiburan bagi anak
Menghibur anak tak sekadar mengajaknya jalan ke mal, lalu mampir ke restoran cepat saji dimana menu kesukaan anak menunggu di sana. Kenali makanan kesukaan anak, lalu buatkan spesial untuknya dengan memasak sendiri di rumah. Jika perlu libatkan anak menyiapkan makanan. Dengan cara ini, anak merasa terhibur karena bisa menikmati makanan ala restoran di rumah buatan mamanya. Tanda dia menyukai masakan Anda adalah, makannya lahap, tak bosan, dan meminta dibuatkan lagi keesokan harinya. Jika sudah begini, Anda pun bisa senyum sumringah. Untuk menjalani ini tentu Anda perlu mengubah kebiasaan tak suka memasak menjadi semangat mencari menu baru, lalu mulai belajar membuatnya. Harus dicoba bukan?

Mengakali sayuran
Sayur menjadi musuh besar bagi anak. Memberikan sayur dalam bentuk utuh memang tak selamanya berhasil. Padahal sayur penting untuk asupan serat dan vitamin pada anak. Untuk menyembunyikan sayuran dalam makanan anak, rebus sayuran (misalkan brokoli), lalu gunakan air rebusan sayur untuk dicampurkan pada makanan anak. Karena, jika Anda merebus sayuran, vitamin pada sayuran akan larut pada kuah sayuran tersebut. Memang, anak tidak memakan brokoli secara langsung, tapi biarkan proses masuknya asupan gizi dari sayuran berjalan bertahap. Jangan memaksakan anak, karena nantinya anak akan merasa waktu makan begitu menyebalkan.

Asupan gizi terpenuhi dengan kreasi menu
Kreasikan menu di rumah dengan asupan gizi yang tepat untuk kebutuhan anak. Tentu saja gizi yang baik harus disesuaikan dengan umur dan berat badan anak. Tidak usah terlalu mengkhawatirkan apakah angka kecukupan gizi pada anak sudah terpenuhi. Berikan makanan dengan asupan gizi lengkap secara bertahap, termasuk dalam memberikan susu. Campurkan saja susu dalam menu sup kreasi Anda. Lagi-lagi, rajinlah mengumpulkan menu sehat untuk anak dan variasikan sesuai kebutuhan.

Ciptakan suasana seru
Keterlibatan orangtua menjadi penting untuk urusan makan pada anak. Jika Anda punya kebiasaan minum teh, dan anak Anda sudah waktunya makan ringan, ciptakan permainan seru. Ajak anak, misalkan bermain minum teh, belikan cangkir kecil yang menarik buat anak-anak, lalu berikan sup pada anak, sementara Anda minum teh. Dengan cara ini Anda menciptakan kebersamaan dengan buah hati, sementara asupan gizinya pun terpenuhi.

Menyembuhkan Tekanan Darah Tinggi

Selasa, 13 April 2010
Tekanan darah tinggi memang merupakan suatu penyakit yang susah di sembuhkan. Tentu saja jika kita rutin chek ke dokter dan meminum obat secara teratur, penyakit ini bisa disembuhkan. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah matang ekonominya. Bagaimana dengan orang yang ekonominya pas-pasan? Tentu saja untuk melakukan cek rutin akan sangat berat, apalagi ditambah dengan harga obat-obatan yang bisa dibilang cukup mahal.

Untuk beberapa orang, penggunaan OBAT HERBAL sangatlah di anjurkan. Obat herbal cukup gampang untuk di dapat, bahkan kita tidak perlu untuk membelinya. Kita cukup menanamnya di kebun belakang rumah kita. Ya, sangat mudah untuk menemukan obat untuk darah tinggi. Obatnya adalah seledri, sangat mudah untuk kita temukan. Kita biasa memakannya saat kita membeli bakso. Jadi jangan pernah ragu untuk menggunakan OBAT TRADISIONAL yang sudah diwariskan oleh orang tua kita terdahulu.

Kebiasaan Buruk yang Bikin Anak Susah Makan

Jumat, 09 April 2010


Anak Anda perlu waktu berjam-jam untuk menghabiskan makanan? Nasi yang disiram kuah sup bikin cepat kenyang, padahal baru dua suap saja berhasil dilahap. Jangan langsung menyalahkan anak bila hal ini terjadi. Kebiasaan buruk orangtua menjadi penyebab kenapa anak tidak nafsu makan. Segera ubah cara Anda, bila Anda menyadarinya.

Rina Poerwadi, praktisi Holistic Aromatherapy, menyebutkan sejumlah hal yang berdampak pada pola makan anak:

Tidak ada jam makan
Tidak adanya kedisiplinan waktu makan, pagi, siang, sore, dan kudapan di sela makan utama membuat anak bisa makan kapan saja tanpa kontrol. Apa yang anak makan pun menjadi tak terarah. Ibu merasa tugasnya menyiapkan makanan di meja, dan membiarkan anak mengambil kapan saja. Dari kebiasaan ini, pola makan anak menjadi tak menentu.

Etiket kuno di meja makan
Sebagian keluarga mungkin masih menerapkan budaya konvensional, yaitu melarang anak bicara saat makan. Sebenarnya, kehangatan keluarga terbangun dari meja makan. Dengan berbincang di meja makan (bukan berarti mengunyah sambil bicara), ibu menjadi tahu makanan mana yang anak suka dan tidak suka. Suasana menyenangkan juga bisa tumbuh pada waktu makan, dan dari sinilah terbangun kebersamaan karena orangtua ikut makan dengan anaknya.

Komunikasi ibu – anak
Jika ibu menyuapi anak balita dengan pendekatan yang keliru, wajar jika anak menghindar saat waktu makan tiba. Misalkan, ibu menjerit saking kesalnya karena si anak tidak juga mau membuka mulutnya. Kebiasaan semacam ini membuat anak tak lagi menyenangi suasana makan, apalagi makanannya.

Perhatian ibu
Pembawaan ibu yang penuh perhatian saat menyiapkan makanan atau saat memasak memberikan nuansa tersendiri. Wajar juga lho, jika ibu memamerkan masakannya kepada anak. Ini penting untuk memberikan kesan, Anda peduli pada anak. Buktinya, Anda berusaha selalu memenuhi kebutuhannya dengan menyajikan makanan kesukaannya.

Peralatan makan yang terlalu tua
Peralatan makan yang bergaya orang dewasa memang memberi jarak pada anak. Tata rapi meja makan, dan siapkan perlengkapan makan berwarna-warni yang sesuai untuk anak. Tampilkan juga piring lauk semenarik mungkin, karena hal ini bisa memancing selera makan. Tak perlu membeli peralatan yang mahal, asal enak dilihat dan membuat keluarga betah makan di rumah.

Hamil Bikin Lebih Gampang Orgasme

Jumat, 02 April 2010


Kehamilan memang tidak harus membuat Anda menghentikan aktivitas seks. Namun, jika dokter mengatakan bahwa kehamilan Anda bermasalah, sebaiknya Anda memang tidak melakukan hubungan intim. Yang dimaksud bermasalah adalah jika bayi terlilit tali pusar, kehamilan yang berisiko pendarahan, atau bayi sungsang.

Anda juga tidak disarankan untuk melakukan hubungan seksual saat air ketuban pecah atau ada bercak darah sebab hal tersebut pertanda bahwa jabang bayi memiliki sejumlah masalah yang mungkin bisa mengakibatkan persalinan lebih dini.

Namun ketika Anda mampu melakukan hubungan seksual saat kehamilan, ada kemungkinan Anda bahkan merasakan orgasme yang sangat intens. Pelatih dan konsultan kehamilan, Danielle Cavalluci, yang bersama Yvonne K Fullbright, PhD, menulis buku Your Orgasmic Pregnancy: Little Sex Secrets Every Hot Mama Should Know, menjelaskan bahwa perempuan yang hamil bahkan bisa mengalami orgasme berulang.

"Seluruh area kelamin, panggul, dan rahim yang terisi dengan pembuluh darah menjadi lebih membesar sehingga daerah vagina Anda akan lebih sensitif. Apa pun rangsangan yang datang, bahkan sekadar fantasi seksual, bisa menyebabkan atau mendorong Anda mencapai orgasme," ungkap Cavalluci.

Orgasme juga tidak memberikan efek buruk bagi janin. Yang Anda rasakan hanyalah bagian bawah tubuh Anda seperti sedikit dipijat. Perut juga terasa lebih berat saat orgasme. Saat itu, kontraksi otot-otot perut sama seperti biasanya, tetapi beban akibat bayi menyebabkan perut terasa lebih berat.

Meskipun demikian, orgasme tidak selalu bisa Anda dapatkan. Sering kali pada trimester ketiga, rahim Anda tidak dapat sepenuhnya mendapatkan kontraksi orgasme karena ukuran bayi. Anda mungkin sangat terangsang, tetapi tidak bisa mencapai klimaks.

 

Browse