Persaingan Sehat Sesama Saudara Kandung

Sabtu, 26 Juni 2010
Ada mitos yang mengungkapkan bahwa semakin banyak anak, semakin banyak rezeki. Entah benar atau tidaknya mitos itu, tetapi sedikit atau banyaknya anak yang dimiliki, semuanya tetap perlu menerapkan pengasuhan yang baik. Pola pengasuhan yang tepat akan membimbing si kecil untuk mengasah potensi untuk masa depannya.

Khusus yang memiliki anak lebih dari satu, bersiaplah adanya kompetisi atau persaingan antar-buah hati Anda. Persaingan tersebut wajar saja terjadi.

Namun, akan tidak normal bila persaingan itu diwarnai aksi cemburu, marah, hingga berkelahi. Bahkan bisa saja setelah dilerai, anak-anak akan tetap memperebutkan mainan, pakaian, makanan, juga kasih sayang orangtua.

Mengutip dari buku The Golden Rules to Raise Your Children, karangan Dr Alicia Christine, semakin sedikit perbedaan usia antara seorang anak dan saudaranya, semakin ketat pula persaingan yang ada. Persaingan itu timbul akibat dari dua anak atau lebih memiliki kebutuhan yang serupa sehingga mereka memperebutkan perhatian yang sama dari orangtuanya.

Hal lain yang dapat menajamkan persaingan tidak sehat ini akibat perhatian orangtua yang lebih dekat dengan salah satu anaknya saja.

Bahkan, ada penelitian yang menyimpulkan bahwa lebih dari dua pertiga anak usia lima hingga enam tahun merasa ibu mereka memilih salah seorang anak saja sebagai anak kesayangan.

Hal inilah yang sebaiknya menjadi perhatian setiap orangtua. Mulailah berikan kasih sayang dan perhatian seimbang kepada masing-masing anak.

Di sisi lain, libatkan anak-anak dalam sebuah kegiatan bersama. Misalnya, pada akhir pekan, habiskan waktu bersama untuk menyiapkan bahan masakan, menata meja makan, dan membersihkan piring-piring kotor. Tetapi ingat, selama proses tersebut, mereka tidak boleh luput dari pengawasan Anda.

Selain itu, sebagai orangtua, baik istri maupun suami harus menetapkan aturan yang sama. Oleh karena itu, konsekuensi akibat ketidakpatuhan kepada ibu juga berlaku sama saat melakukannya terhadap sang ayah.

Hargai perbedaan. Tekankan pada anak-anak Anda bahwa mereka adalah individu berbeda yang memiliki talenta masing-masing. Oleh karena tugas sebagai orangtua, ajak anak untuk tidak membandingkan kemampuannya dengan saudaranya, begitu juga Anda.

Selain itu, sebaiknya Anda menghindari pelabelan nama kepada masing-masing anak. Contohnya, si pintar, jagoan favorit, atau si bandel. Bersikaplah netral dan berikan pujian yang wajar. Hal ini untuk mencegah rasa cemburu sesama anak Anda.

Kok Si Bungsu Enggak Kayak Abangnya?

Kamis, 17 Juni 2010

"Saya heran, si Dita (3, bukan nama sebenarnya) ini perempuan, tapi kok 'rusuh' begini ya? Semua mainannya rusak diinjak-injak. Dia juga keras kepala sekali. Beda banget sama si Adit (8, juga bukan nama sebenarnya) waktu kecil. Dia manis sekali, kalau diberitahu ya gampang nurut," kata Yani (41), menceritakan dua buah hatinya.

Anda yang memiliki dua anak atau lebih, pasti pernah mengalami masa-masa membandingkan si sulung dengan si bungsu, atau si sulung dengan si tengah. Seperti pengalaman Yani di atas, Anda tak habis pikir mengapa perilaku anak-anak Anda sangat bertolak belakang. Padahal, Anda dan suami menerapkan pola pengasuhan yang sama.

Jangan terkejut bila Anda mengetahui jawabannya. Menurut Gobin Vashdev, seorang parenting motivator, inilah kesalahan umum para orangtua, yaitu membandingkan anak-anaknya. "Anak pertama dan kedua itu biasanya beda banget karakternya, tapi kita justru memperlakukan mereka dengan cara yang sama," ujar Gobin, dalam talk show yang digelar Enfagrow A+ di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Setiap anak berbeda, dan orangtua seharusnya justru tahu bagaimana cara menghadapi mereka sesuai karakternya. Hal ini ada kaitannya dengan DISC profile, atau tipe kepribadian anak yang terdiri atas dominance, influence, steadiness, dan compliance.

Anak yang masuk kategori dominance, misalnya, biasanya tidak bisa diatur. Anak-anak dengan tipe dominance yang kuat adalah tipe yang menuntut, keras, egosentris, punya kemauan dan tekad yang kuat, ambisius, agresif, dan selalu ingin mendahului.

Gobin mencontohkan, bila ingin menyuruh anak mandi, Anda tidak bisa mengatakan pada anak yang dominance, "Ayo, mandi!". "Berikan pilihan pada anak, misalnya, 'Kamu mau mandi sekarang, atau mandi 10 menit lagi?'. Jadi, anak diberi pilihan untuk melakukan kegiatannya. Sebenarnya tidak ada bedanya kan, mandi sekarang atau 10 menit lagi?" katanya.

Untuk bisa "mengatur" anak tanpa disadarinya, tentu Anda harus mengetahui lebih dulu bagaimana karakternya. Setelah itu, pertimbangkan dulu cara terbaik untuk mengarahkan anak sesuai karakternya.

Peran Orangtua Berubah Mengikuti Usia Anak

Kamis, 27 Mei 2010

Jurang pemisah dalam hubungan orangtua dan anak seringkali menonjol saat anak tumbuh remaja. Penyebabnya orangtua tidak menyadari peran yang harus selalu berubah mengikuti perkembangan kepribadian dan usia anak.

Psikolog remaja Roslina Verauli mengatakan, orangtua harus paham bahwa perannya selalu berubah. Kapan saatnya menjadi baby sitter, dan kapan saatnya menjadi teman, namun tetap memberikan supervisi.

Jika remaja mulai memasuki pengalaman gebet-menggebet misalnya, orangtua tidak memahami bagaimana gaya gebetan remaja. Seringkali orangtua melarang anak karena khawatir terjebak pergaulan negatif. Akhirnya terjadi gap dalam hubungan orangtua dan anak, sehingga anak lebih terbuka kepada orang lain (teman) daripada keluarganya.

"Anak berkembang dan bertumbuh, sementara peran orangtua dalam menjalani masa tumbuh kembang anak ini tidak sama. Orangtua harus melihat perubahan di sekitarnya, sehingga pola asuh mereka berubah menyesuaikan perkembangan anak," papar Vera, dalam media briefing Lomba Serangan Cinta Cornetto di Jakarta, Kamis (29/4/2010) lalu.

Orangtua perlu mendengarkan anak-anak, terutama remaja, tegas Vera. Dalam dunia gebetan anak-anak misalnya, tak semua orangtua bisa mengerti konsep gebetan pada remaja. Padahal, Vera melanjutkan, dating pada remaja lebih kepada having fun, bukan mengarah kepada komitmen serius seperti dating pada usia 20-an.

Menurut Vera, orangtua perlu mengenali pertumbuhan remaja dengan menjadikannya sebagai teman, dan mendiskusikan masalah. Vera menyebutkan peran orangtua menyesuaikan perkembangan usia dan kebutuhan anak seperti:
Usia 0 - 2 tahun: Orangtua berperan sebagai baby sitter.
Usia 3 - 6 tahun: Orangtua berperan sebagai pengasuh sekaligus menanamkan nilai moral.
Usia 6 - 12 tahun: Anak sudah mengenal pertemanan, sehingga orangtua berperan sebagai teman tetapi masih memberikan supervisi.
Usia 13 - 20 tahun: Orangtua berperan sebagai teman tetapi menjalin hubungan dengan diskusi. Artinya supervisi yang diberikan orangtua masih dibutuhkan namun dengan diskusi, dan bukan mengarahkan menurut kemauan orangtua.

Grosir Busana Muslim Untuk Anak

Kamis, 13 Mei 2010
Anak – anak memang menjadi sasaran empuk buat pemasaran segala barang, dari mainan hingga pakaian. Para orang tua tentu akan memberikan apapun yang di inginkan anaknya yang tentu saja yang mampu mereka berikan sebatas kemampuan. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh pedagang baju muslim yang memberikan promosi GROSIR BUSANA MUSLIM anak. Mereka menyadari betul kalau orang tua si anak pasti tidak akan melewatkan kesempatan untuk membelikan baju yang baru untuk anaknya.

Di samping tempat BAJU HAMIL, juga di taruh baju anak. Hal ini tentu saja untuk memberikan kesempatan ibu –ibu melihat baju lucu untuk putra dan putrid mereka. Dengan strategi yang seperti ini, pasti omset penjualan dari toko tersebut akan naik dengan pesat. Strategi ini juga telah dilakukan oleh banyak supermarket terkenal, mereka menaruh beraneka barang di dekat kasir, jadi para pembeli yang hendak membayar bisa melihat barang tersebut sembari mengantri.

Kapan Saatnya Orangtua Melarang Remaja Berpacaran?

Rabu, 12 Mei 2010

Gaya berpacaran remaja lebih pada having fun dan bukan hubungan yang mengarah komitmen, seperti masa pacaran di atas usia 20 tahun. Di atas usia ini, hubungannya lebih intimate atau eksklusif secara emosional, passionate, dan mengarah pada pernikahan. Namun, dengan konsep diri yang terbangun baik, remaja lebih percaya diri dan tidak akan melakukan tindakan negatif saat berpacaran.

"Remaja sekarang mempunyai pilihan, termasuk dalam berteman. Apalagi dengan kecanggihan teknologi di mana anak bisa membangun pertemanan melalui jejaring sosial, misalnya. Remaja dengan konsep diri yang baik akan tahu cara menggebet yang benar. Peran orangtua adalah sebagai teman dan tidak menggurui," ujar psikolog remaja, Roslina Verauli, dalam media briefing kompetisi foto bagi remaja, "Lomba Serangan Cinta Cornetto", di Jakarta, Kamis (29/4/2010).

Menjadi mengkhawatirkan jika anak usia remaja menjalani pacaran dengan gaya usia matang. Anda bisa mengamati ciri-cirinya, di mana anak mulai mengalami ketergantungan kepada orang lain, termasuk kepada sang pacar.

"Remaja yang kesepian, merasa tidak punya kelebihan yang bisa dibanggakan, dan tidak mengenali dirinya cenderung akan bergantung kepada orang lain. Termasuk saat memasuki masa gebet-menggebet yang tidak lagi untuk bersenang-senang," jelas Vera, menambahkan, orangtua perlu lebih tegas dengan membantu anak memperbaiki konsep dirinya.

Artinya, jika anak remaja Anda sudah menunjukkan tanda berpacaran seperti orang dewasa, sebaiknya minta anak untuk menyudahi pacaran. Ajak anak mengenali dirinya dengan melibatkan dalam kegiatan ekstrakurikuler, ajang kompetisi, memiliki pertemanan yang sehat, dan mendukungnya untuk berprestasi.

Berbagi Tips dan Triks Gratis

Sabtu, 08 Mei 2010
Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.

Hadirkan Menu Restoran di Rumah

Rabu, 28 April 2010


Banyaknya rumah makan baru saat ini membuat selera makan anak berkembang. Mereka menjadi enggan makan makanan rumahan karena dianggap kurang memancing selera. Akhirnya, agar anak mau makan dan gizinya terpenuhi, orangtua lagi-lagi membawa anak ke restoran.

Rina Poerwadi, dari Mom Can Cook, mengatakan bahwa menjadi tugas ibu untuk menyesuaikan selera makan anak yang berorientasi pada masakan restoran ini.

"Selera makan anak kini memang berubah karena mereka punya banyak pilihan, termasuk makanan di restoran. Ibu harus menyesuaikannya dengan menghadirkan makanan restoran di rumah, dengan memasaknya," papar Rina seusai konferensi pers "100 % Nutrisi untuk Buah Hati" yang diadakan oleh MeadJohnson di Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Anda bisa mengombinasikan makanan di rumah dengan bahan yang simpel dan disukai anak-anak. Pilihan resep bisa dicari melalui banyak cara, yaitu internet, baca buku resep, atau bahkan ikut kursus masak. Bagi Rina, yang terpenting dari resep masakan adalah mindset sang ibu yang harus diubah. Karena pola makan dan selera makan anak ditentukan oleh ibunya.

"Masalah anak sulit makan jangan terlalu dibuat kompleks. Ibu harus mencoba lebih dahulu, dengan menyajikan masakan buatannya. Lalu cari tahu apa yang tepat untuk anak, baik dari makanan kesukaan, asupan gizi, maupun porsi yang tepat. Lama-kelamaan ibu akan tahu kebutuhan anak, dan makanan apa yang tepat sehingga selera makan anak pun bisa teratasi dari rumah," jelas Rina.

Gamblangnya, jika si ibu tak pernah mencoba memasak maka dia tak akan pernah memasak. Padahal, ibu yang memasak sendiri atau menyiapkan bekal untuk sekolah anak akan menumbuhkan kecintaan anak pada makanan rumah. Pilihan menu dengan konsep ATM (amati, tiru, dan modifikasi) dari restoran sekalipun sah saja.

Dengan memasak sendiri menu restoran kesukaan anak di rumah, perhatian ibu kepada anak ataupun sebaliknya menjadi terbangun.

"Fase perempuan setelah menikah, melahirkan, dan kemudian mengasuh anak akan berujung kepada fokus perhatian kepada anak," ujar Rina.

Memberikan perhatian bisa dengan membuatkan makanan sendiri. Meski sibuk dengan urusan lain, atau bagi ibu bekerja, sempatkan waktu untuk setidaknya mengolah makanan sendiri di dapur untuk anak, lanjutnya. Tak harus setiap jam makan, misalkan untuk sarapan saja, dengan membuat egg sandwich misalnya. Bentuk perhatian ini tak hanya akan membuat anak senang. Namun sebagai ibu, Anda pun terpuaskan karena Anda sanggup membagi waktu dan memberi perhatian utuh untuk buah hati.

Pada akhirnya, urusan makanan anak pun menjadi bagian dari pola pengasuhan orang tua. Dengan sajian yang tepat dan bukan ala kadarnya, bukan tidak mungkin si anak tak habisnya memuji Anda. Akan menjadi kepuasan tersendiri bukan, jika si anak jadi doyan makan lantaran senang ibunya mampu menghadirkan masakan yang biasanya didapat di restoran.

Trik Memancing Selera Makan Anak

Sabtu, 17 April 2010


Tak sedikit para ibu yang was-was jika anak mulai tak mau makan. Namun perlu dipahami, letak masalahnya bukan pada diri anak. Bagaimana Anda memberi perhatian penuh saat waktu makan, dan kreativitas yang dibuat agar makan menjadi menyenangkan buat anak, itu yang penting.

Rina Poerwadi, praktisi Holistic Aromatherapy, dalam konferensi pers "100 % Nutrisi untuk Buah Hati" yang diadakan oleh MeadJohnson di Jakarta, Rabu (3/1/2010), berbagi rahasia. Diakuinya kreativitas Anda menjadi ujung tombak supaya anak lahap dengan makanannya, seperti:

Waktu makan menjadi hiburan bagi anak
Menghibur anak tak sekadar mengajaknya jalan ke mal, lalu mampir ke restoran cepat saji dimana menu kesukaan anak menunggu di sana. Kenali makanan kesukaan anak, lalu buatkan spesial untuknya dengan memasak sendiri di rumah. Jika perlu libatkan anak menyiapkan makanan. Dengan cara ini, anak merasa terhibur karena bisa menikmati makanan ala restoran di rumah buatan mamanya. Tanda dia menyukai masakan Anda adalah, makannya lahap, tak bosan, dan meminta dibuatkan lagi keesokan harinya. Jika sudah begini, Anda pun bisa senyum sumringah. Untuk menjalani ini tentu Anda perlu mengubah kebiasaan tak suka memasak menjadi semangat mencari menu baru, lalu mulai belajar membuatnya. Harus dicoba bukan?

Mengakali sayuran
Sayur menjadi musuh besar bagi anak. Memberikan sayur dalam bentuk utuh memang tak selamanya berhasil. Padahal sayur penting untuk asupan serat dan vitamin pada anak. Untuk menyembunyikan sayuran dalam makanan anak, rebus sayuran (misalkan brokoli), lalu gunakan air rebusan sayur untuk dicampurkan pada makanan anak. Karena, jika Anda merebus sayuran, vitamin pada sayuran akan larut pada kuah sayuran tersebut. Memang, anak tidak memakan brokoli secara langsung, tapi biarkan proses masuknya asupan gizi dari sayuran berjalan bertahap. Jangan memaksakan anak, karena nantinya anak akan merasa waktu makan begitu menyebalkan.

Asupan gizi terpenuhi dengan kreasi menu
Kreasikan menu di rumah dengan asupan gizi yang tepat untuk kebutuhan anak. Tentu saja gizi yang baik harus disesuaikan dengan umur dan berat badan anak. Tidak usah terlalu mengkhawatirkan apakah angka kecukupan gizi pada anak sudah terpenuhi. Berikan makanan dengan asupan gizi lengkap secara bertahap, termasuk dalam memberikan susu. Campurkan saja susu dalam menu sup kreasi Anda. Lagi-lagi, rajinlah mengumpulkan menu sehat untuk anak dan variasikan sesuai kebutuhan.

Ciptakan suasana seru
Keterlibatan orangtua menjadi penting untuk urusan makan pada anak. Jika Anda punya kebiasaan minum teh, dan anak Anda sudah waktunya makan ringan, ciptakan permainan seru. Ajak anak, misalkan bermain minum teh, belikan cangkir kecil yang menarik buat anak-anak, lalu berikan sup pada anak, sementara Anda minum teh. Dengan cara ini Anda menciptakan kebersamaan dengan buah hati, sementara asupan gizinya pun terpenuhi.

Menyembuhkan Tekanan Darah Tinggi

Selasa, 13 April 2010
Tekanan darah tinggi memang merupakan suatu penyakit yang susah di sembuhkan. Tentu saja jika kita rutin chek ke dokter dan meminum obat secara teratur, penyakit ini bisa disembuhkan. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah matang ekonominya. Bagaimana dengan orang yang ekonominya pas-pasan? Tentu saja untuk melakukan cek rutin akan sangat berat, apalagi ditambah dengan harga obat-obatan yang bisa dibilang cukup mahal.

Untuk beberapa orang, penggunaan OBAT HERBAL sangatlah di anjurkan. Obat herbal cukup gampang untuk di dapat, bahkan kita tidak perlu untuk membelinya. Kita cukup menanamnya di kebun belakang rumah kita. Ya, sangat mudah untuk menemukan obat untuk darah tinggi. Obatnya adalah seledri, sangat mudah untuk kita temukan. Kita biasa memakannya saat kita membeli bakso. Jadi jangan pernah ragu untuk menggunakan OBAT TRADISIONAL yang sudah diwariskan oleh orang tua kita terdahulu.

Kebiasaan Buruk yang Bikin Anak Susah Makan

Jumat, 09 April 2010


Anak Anda perlu waktu berjam-jam untuk menghabiskan makanan? Nasi yang disiram kuah sup bikin cepat kenyang, padahal baru dua suap saja berhasil dilahap. Jangan langsung menyalahkan anak bila hal ini terjadi. Kebiasaan buruk orangtua menjadi penyebab kenapa anak tidak nafsu makan. Segera ubah cara Anda, bila Anda menyadarinya.

Rina Poerwadi, praktisi Holistic Aromatherapy, menyebutkan sejumlah hal yang berdampak pada pola makan anak:

Tidak ada jam makan
Tidak adanya kedisiplinan waktu makan, pagi, siang, sore, dan kudapan di sela makan utama membuat anak bisa makan kapan saja tanpa kontrol. Apa yang anak makan pun menjadi tak terarah. Ibu merasa tugasnya menyiapkan makanan di meja, dan membiarkan anak mengambil kapan saja. Dari kebiasaan ini, pola makan anak menjadi tak menentu.

Etiket kuno di meja makan
Sebagian keluarga mungkin masih menerapkan budaya konvensional, yaitu melarang anak bicara saat makan. Sebenarnya, kehangatan keluarga terbangun dari meja makan. Dengan berbincang di meja makan (bukan berarti mengunyah sambil bicara), ibu menjadi tahu makanan mana yang anak suka dan tidak suka. Suasana menyenangkan juga bisa tumbuh pada waktu makan, dan dari sinilah terbangun kebersamaan karena orangtua ikut makan dengan anaknya.

Komunikasi ibu – anak
Jika ibu menyuapi anak balita dengan pendekatan yang keliru, wajar jika anak menghindar saat waktu makan tiba. Misalkan, ibu menjerit saking kesalnya karena si anak tidak juga mau membuka mulutnya. Kebiasaan semacam ini membuat anak tak lagi menyenangi suasana makan, apalagi makanannya.

Perhatian ibu
Pembawaan ibu yang penuh perhatian saat menyiapkan makanan atau saat memasak memberikan nuansa tersendiri. Wajar juga lho, jika ibu memamerkan masakannya kepada anak. Ini penting untuk memberikan kesan, Anda peduli pada anak. Buktinya, Anda berusaha selalu memenuhi kebutuhannya dengan menyajikan makanan kesukaannya.

Peralatan makan yang terlalu tua
Peralatan makan yang bergaya orang dewasa memang memberi jarak pada anak. Tata rapi meja makan, dan siapkan perlengkapan makan berwarna-warni yang sesuai untuk anak. Tampilkan juga piring lauk semenarik mungkin, karena hal ini bisa memancing selera makan. Tak perlu membeli peralatan yang mahal, asal enak dilihat dan membuat keluarga betah makan di rumah.

Hamil Bikin Lebih Gampang Orgasme

Jumat, 02 April 2010


Kehamilan memang tidak harus membuat Anda menghentikan aktivitas seks. Namun, jika dokter mengatakan bahwa kehamilan Anda bermasalah, sebaiknya Anda memang tidak melakukan hubungan intim. Yang dimaksud bermasalah adalah jika bayi terlilit tali pusar, kehamilan yang berisiko pendarahan, atau bayi sungsang.

Anda juga tidak disarankan untuk melakukan hubungan seksual saat air ketuban pecah atau ada bercak darah sebab hal tersebut pertanda bahwa jabang bayi memiliki sejumlah masalah yang mungkin bisa mengakibatkan persalinan lebih dini.

Namun ketika Anda mampu melakukan hubungan seksual saat kehamilan, ada kemungkinan Anda bahkan merasakan orgasme yang sangat intens. Pelatih dan konsultan kehamilan, Danielle Cavalluci, yang bersama Yvonne K Fullbright, PhD, menulis buku Your Orgasmic Pregnancy: Little Sex Secrets Every Hot Mama Should Know, menjelaskan bahwa perempuan yang hamil bahkan bisa mengalami orgasme berulang.

"Seluruh area kelamin, panggul, dan rahim yang terisi dengan pembuluh darah menjadi lebih membesar sehingga daerah vagina Anda akan lebih sensitif. Apa pun rangsangan yang datang, bahkan sekadar fantasi seksual, bisa menyebabkan atau mendorong Anda mencapai orgasme," ungkap Cavalluci.

Orgasme juga tidak memberikan efek buruk bagi janin. Yang Anda rasakan hanyalah bagian bawah tubuh Anda seperti sedikit dipijat. Perut juga terasa lebih berat saat orgasme. Saat itu, kontraksi otot-otot perut sama seperti biasanya, tetapi beban akibat bayi menyebabkan perut terasa lebih berat.

Meskipun demikian, orgasme tidak selalu bisa Anda dapatkan. Sering kali pada trimester ketiga, rahim Anda tidak dapat sepenuhnya mendapatkan kontraksi orgasme karena ukuran bayi. Anda mungkin sangat terangsang, tetapi tidak bisa mencapai klimaks.

Beragam Manfaat Kereta Dorong

Minggu, 28 Maret 2010


Di awal kehidupan bayi dimana kelekatan benar-benar harus dibangun lewat sentuhan, dekapan, dan kata-kata lembut, frekuensi penggunaan stroller pastilah relatif minim. Irama langkah ibu ketika menggendong bayi malah dapat menenangkannya seperti ketika ia ikut ke sana kemari di dalam kandungan. Posisi menggendong juga memungkinkan bayi merasakan degup jantung dan embusan nafas orang yang mengasihinya. Kondisi inilah yang membuat bayi kecil merasa nyaman dan aman dalam gendongan.

Namun, memang tidak sedikit energi yang harus dikeluarkan untuk menggendong bayi selama berjam-jam, terutama saat bepergian. Karena itu, kereta dorong sangatlah membantu. Beban yang semula harus kita tanggung sepenuhnya dalam gendongan dapat dialihkan ke kereta dorong.

Banyak manfaatnya
Bila si kecil dalam kondisi lelah dan mengantuk selama bepergian, kereta dorong bisa dimanfaatkan sebagai tempat tidur sementara yang cukup nyaman. Dengan begitu orangtua jadi lebih leluasa beraktivitas.

Kalaupun si kecil memilih tetap digendong atau tak mau diletakkan berlama-lama dalam kereta dorongnya, kereta dorong bisa dimanfaatkan sebagai troli pengangkut pernak-pernik kebutuhan si kecil yang perlu dibawa selama bepergian.

Sebetulnya, manfaat stroller bukan hanya tertuju bagi orangtua karena si kecil pun memperoleh manfaatnya. Secara fisik si kecil tetap berada berdekatan dengan kita, sehingga ia tetap merasakan kehadiran kita.

Selagi berdiam di rumah, kita bisa memanfaatkan stroller sebagai tempat duduknya. Bahkan, beberapa model stroller dilengkapi mainan warna-warni yang bertekstur dan berbunyi, juga fasilitas buaian untuk menidurkan bayi dengan gerakan mengayun-ayun.

Di rumah, kereta dorong dapat difungsikan sebagai boks sementara, ketika kita harus melakukan sesuatu yang mendesak dan tak ada orang dewasa lain yang bisa dimintai tolong menjaganya. Jangan lupa katakan alasan kita, "Kamu di sini dulu ya Sayang, Bunda ke kamar mandi dulu sebentar." Tentu saja sabuk pengamannya harus betul-betul terpasang dengan baik dan stroller-nya diletakkan dalam jangkauan dan pengawasan kita.

Ketika bayi sudah bisa duduk dalam stroller-nya, ia akan sangat menikmati acara jalan-jalan berkeliling taman atau perumahan sambil melihat-lihat keadaan sekeliling.

Kalau si kecil sudah mendapat makanan pendamping ASI, stroller juga bisa difungsikan sebagai kursi makanannya. Dudukkan si kecil di situ, kencangkan seat belt-nya, fungsikan pengunci rodanya, dan mulailah menyuapinya.

Narasumber: Evi Sukmaningrum, MPsi, dari Unika Atma Jaya, Jakarta

Membuat Si Kecil Mudah Tidur

Senin, 22 Maret 2010


Membuat bayi cepat tidur di malam hari memang amat sulit. Perlu perjuangan ekstra agar ia bisa nyenyak tidur. Apalagi setiap bayi punya kebiasaan tidur yang berbeda. Tidak ada cara khusus untuk membuat mereka tertidur pulas.

Ada banyak sebab yang membuat anak bisa tidur. Mengetahui jam tidurnya yang rutin dan membuat nyaman lingkungan tidurnya bisa membantu Anda mengatasi masalah bayi sulit tidur.

1. Jam tidur
Bayi umumnya akan terbangun kapan pun tanpa memberikan tanda pada orangtuanya. Membuat jadwal tidur atau jam-jam rutin untuk tidur bagi bayi bisa membuat mereka tidur teratur. Namun jam tidur bayi yang satu dan yang lain tidak sama. Buatlah jam-jam tidur rutin dengan meninabobokannya di buaian pada waktu yang sama setiap harinya. Mereka akan terbiasa tidur pada jam yang Anda tentukan. Dan Anda akan tahu jam berapa ia akan bangun untuk minum atau makan.

2. Suara atau bunyi-bunyian
Setiap rumah pasti punya suara atau bunyi-bunyi tertentu, entah bunyi televisi atau bunyi kegiatan lainnya. Mungkin Anda tidak terpengaruh dengan bunyi-bunyi ini. Tetapi pendengaran bayi amat sensitif. Mereka bisa mudah terbangun oleh bunyi-bunyian itu. Sedangkan suara seperti AC, kipas angin, dan suara yang tergolong halus, mungkin tidak akan berpengaruh bayi mereka.

3. Cahaya
Menggunakan cahaya sebagai simbol atau pertanda mereka untuk tidur? Boleh saja. Jika ini rutin Anda lakukan, ia akan tahu, saat lampu dimatikan artinya ia harus tidur. Anda juga bisa mengurangi cahaya lampu (meredupkan).

4. Suhu
Perhatikan suhu ruangan atau suhu tempat ia tidur. Pakaian yang ia gunakan juga akan berpengaruh terhadap suhu tubuhnya. Misalnya, jika pakaiannya memang tipis maka gunakan selimut hangat. Udara yang terlalu dingin atau terlalu panas bisa berpengaruh pada pola tidur bayi.

5. Ayunan
Banyak bayi yang lebih mudah tertidur di ayunan, seperti di tempat tidur yang bisa diayun. Ayunan akan membuat mereka merasa nyaman dan terlindungi. Kenapa? Karena mereka seperti berada di dalam perut ibu (berayun-ayun dalam amnion).

6. Kursi goyang
Bayi dalam gendongan Anda di kursi goyang akan mudah tertidur. Tidurkan ia sambil menggendongnya di kursi goyang. Selain ia merasa lebih nyaman karena berada di dekapan ibunya, kursi goyang juga akan membantu mereka cepat tidur. Dan pulas.

7. Selimut yang hangat
Anda menidurkannya dalam dekapan Anda yang hangat, tetapi kemudian Anda memindahkannya ke tempat tidur yang dingin. Tentu saja ia akan kaget, dan terbangun. Gunakan selimut yang hangat, atau hangatkan lebih dahulu selimutnya. Sehingga saat ia diletakkan di tempat tidur, tempat tidur sudah menjadi hangat.

8. Lingkungan yang nyaman
Orangtua mungkin menjadi tidak sabar saat si kecil tidak segera tertidur. Yang harus Anda lakukan adalah menenangkan dan menyanyikannya lagu-lagu tidur. Beri juga usapan-usapan lembut untuknya.

9. Tidur bersama bayi
Percaya atau tidak, jika Anda meletakkan bayi di dekat Anda maka ia akan tertidur bersama Anda. Saat itu ia merasa nyaman karena ada yang menjaga dan melindunginya. Ketika ia terbangun, dan melihat Anda ada di sampingnya, tentu ia tak akan rewel. Anda juga tidak perlu bangun dari tempat tidur untuk menidurkannya kembali.

10. Tak perlu diangkat
Ketika mendengar bayi menangis, mungkin Anda akan terburu-buru mengangkatnya dari buaian. Dr Richard Ferber, penulis buku Solve your Child's Sleep Problem, membuat konsep tentang pelatihan tidur untuk bayi. Anda hanya perlu menenangkannya, tanpa harus mengangkatnya dari buaian tidurnya.

Mengurangi Rasa Ketidaknyamanan Saat Hamil

Senin, 15 Maret 2010


Saat mengandung, tak hanya bayi Anda yang makin bertumbuh besar di dalam perut Anda, tapi juga rahim dan plasenta. Ini berarti Anda akan mulai merasa kurang nyaman dengan mengembangnya bagian pelvis dan perut Anda. Penambahan berat pada bagian perut pun akan menimbulkan tekanan pada bagian tulang belakang dan menimbulkan rasa sakit di punggung, bagian belakang kaki, punggung tengah, pundak, dan leher.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan rasa ketidaknyamanan di bagian punggung. Pertama, ada banyak hormon kehamilan yang bekerja untuk membuat otot dan ligamen punggung Anda lebih nyaman. Jadi, meski punggung Anda merasa lebih nyaman, tapi sekaligus amat rentan rasa sakit. Lalu, berat dari rahim yang membesar, bayi, dan plasenta mulai akan terasa sulit untuk dibawa. Perubahan tersebut akan menyebabkan perubahan postur tubuh. Dengan kehamilan, pusat gravitasi Anda akan mengalami sedikit perubahan. Adalah hal yang alami ketika postur tubuh Anda sedikit berubah. Punggung Anda akan sedikit terdorong ke belakang, pelvis sedikit maju. Perubahan postur ini pun akan menyebabkan perubahan gaya berjalan Anda.

Cobalah tips-tips dari Susan Warhus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy berikut untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan saat kehamilan:
* Kenakan sepatu nyaman, yang mampu menyangga lengkungan di bagian telapak kaki Anda.
* Jika Anda harus mengambil sesuatu di lantai, gunakan otot kaki Anda untuk sedikit berjongkok sambil menjaga punggung Anda tetap tegak, jangan membungkuk ke depan, karena bisa mendorong pelvis Anda.
* Secara umum, jangan mencoba mengangkat barang yang beratnya lebih dari 7kg.
* Saat akan beranjak berdiri dari posisi tidur atau bangkit dari tempat duduk, gunakan kedua kaki Anda yang menjejak rata ke tanah sambil menjaga keseimbangan.
* Cobalah lakukan olahraga kehamilan secara teratur; yoga kehamilan, senam kehamilan, atau pun renang untuk ibu hamil, karena benar-benar bisa membantu Anda.
* Saat tidur, bersandarlah di samping tubuh Anda, kurangi tidur telentang. Sematkan beberapa bantal kecil di posisi-posisi yang butuh sanggahan untuk menciptakan posisi nyaman Anda. Posisi terbaik selama kehamilan adalah posisi miring ke kiri, karena bisa mendorong aliran darah dan nutrisi ke bayi Anda. Ini karena saluran darah utama mengalir di bagian kanan tulang belakang. Tak masalah jika Anda merasa nyaman untuk tidur dengan posisi menyamping ke kanan. Upayakan untuk tidak tidur telentang.
* Ambil waktu dalam sehari untuk mengistirahatkan kaki Anda, lebih baik lagi jika Anda bisa sambil sedikit berbaring saat mengangkat kaki Anda.
* Sesekali, manjakan diri dengan pijatan khusus ibu hamil.
* Minta tolong orang terdekat Anda untuk mengoleskan salep pereda pegal di bagian punggung.
* Secara rutin, cek kondisi ke dokter kandungan Anda.

Peci Elastis Gampang di Pakai

Jumat, 12 Maret 2010
Apakah anda orang yang tidak suka ribet dalam penggunaan peci? Apakah anda masih menggunakan peci yang kaku dan tidak nyaman? Saya bukan pedagang, saya juga buka produsen kopyah. Saya suka memakai peci yang bahannya elastic, jadi gampang di pakai dan menurut saya anda pasti senang.

Memakai peci merupakan salah satu kelengkapan BUSANA MUSLIM, dan kita sebagai muslim yang taat tentu saja ingin peci yang nyaman untuk kita pakai sehari-hari. Tentu saja pecinya harus nyaman saat kita pakai. Memeiliki sirkulasi udara yang bagus, sehingga tidak membuat kepala menjadi panas dan gatel gatel.

Di pasar memang banyak sekali dapat kita jumpai penjual peci, tidak terkecuali toko BAJU MUSLIM. Peci yang bagus dan nyaman tidak perlu kita beli dengan biaya mahal, karena hari ini saya telah mencoba peci harga Rp. 3500 yang sangat nyaman. Saya sendiri tidak percaya, bagaimana bisa dengan harga Rp. 3500 mereka bisa menjual peci dengan kualitas yang sangat bagus.

Trik Mengenalkan Makanan Padat pada Bayi

Rabu, 03 Maret 2010


Mengubah kebiasaan makan bayi dari usia 0 - 6 bulan hingga 1 tahun butuh kreativitas ibu. Menurut Dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, MS, peran ibu dimulai saat bayi mulai dikenalkan dengan makanan padat peralihan dari susu.

"Pengenalan bisa dimulai saat bayi berumur enam bulan. Jika terlambat nantinya anak tidak bisa mengunyah sempurna, dan dia akan ngemut ketika makan. Problemnya adalah ibu biasanya kurang telaten dalam mengenalkan makanan," papar dr Fiastuti dalam konferensi pers "100 % Nutrisi untuk Buah Hati" yang diadakan oleh MeadJohnson di Jakarta, beberapa waktu lalu. Padahal, kata dr Fiastuti, kemampuan mengunyah baik untuk stimulasi otot leher.

Untuk mengenalkan makanan padat untuk bayi Anda bisa mencoba beberapa trik berikut:

Berikan makanan tanpa rasa (plain)
Sebaiknya kenalkan anak sejak dini dengan rasa yang plain. Kurangi gula, garam, atau berikan susu tawar (bukan vanila apalagi cokelat). Jika sejak bayi anak dibiasakan makan makanan dengan variasi rasa, ketika balita anak akan cepat bosan dengan makanan. Sebaliknya, jika rasa plain yang dikenalkan pertama kali, begitu balita anak mulai menikmati makanan manis atau asin yang kemudian membuatnya lebih lahap makan. Terlalu sering memberikan makanan manis akan menyebabkan anak menjadi terlalu aktif. Jangan heran kalau anak masih senang dengan mainannya meski jam tidur sudah tiba.

Variasi menu yang cocok untuk anak
Biasanya demi kepraktisan, masakan dibuat seragam untuk dikonsumsi orangtua maupun anak-anak. Misalnya, Anda menyiapkan sayur bening dan perkedel jagung untuk makan siang, dan memberikan menu tersebut untuk si kecil. Cara ini menyulitkan bagi batita yang sedang belajar makanan barunya. Berikan variasi menu yang cocok untuk batita, dan bukan makanan orang dewasa.

Potong kecil-kecil
Dalam menyajikan makanan, sesuaikan dengan si anak. Jika Anda membuatkan roti isi, potong ukuran kecil dengan tampilan yang dekoratif. Buat anak melirik makanan, dan siap menyantapnya. Dengan begitu, mulut kecilnya bisa mengunyah perlahan, dan sajiannya pun membuat mereka senang makan.

Jangan campur makanan dengan air
Seberapa sering Anda mencampur nasi dengan sup untuk makanan si kecil? Cara ini ternyata tidak membantu anak untuk menghabiskan makanannya, apalagi jika anak butuh waktu lama untuk makan. Campuran nasi dengan sup membuat anak cepat kenyang karena makanan lebih padat. Jangan heran jika tiga kali suap, anak sudah tak nafsu makan.

Kombinasikan karbohidrat, protein, dan lemak
Asupan gizi dalam makanan harus diberikan bertahap. Tak perlu khawatir berlebihan jika komposisi makanan belum sempurna. Pastikan saja dalam setiap makanan anak mengandung karbohidrat, protein, dan lemak, dengan komposisi karbohidrat lebih besar (2/3 dari porsi makanan). Ukuran untuk melihat sejauh mana asupan gizi terpenuhi sederhana, berat badan harus sesuai usia. Anak dengan berat badan kurang bisa dikatakan kurang gizi, begitupun yang kelebihan berat badan. Namun, hal ini kembali kepada usia anak. Dr Fiastuti mengatakan ada rumusannya mengenai hitungan gizi, tapi sederhananya tiap tahun berat badan anak seharusnya naik sekitar 2 kg.

Mengajarkan Anak Disiplin dengan Sistem Bonus

Rabu, 24 Februari 2010


Menghukum anak saat melakukan kesalahan dengan memberi "time out" seperti yang diajarkan Nanny 911 tak sepenuhnya berhasil dan mendidik. Namun Anda bisa menerapkan sistem bonus untuk membuat anak balita untuk ikut aturan di rumah seperti jam tidur, waktu makan, atau menaati tatakrama.

Cara ini berhasil diterapkan oleh Sarah Sechan, pemain film dan MC, kepada anaknya, Rajata (5), sejak usia 3 tahun.

Pada usia 3 tahun anak sudah mulai mengerti berkomunikasi dengan orang dewasa, namun masih perlu bantuan visual. Memberikan bonus saat anak berbuat baik atau mengikuti aturan di rumah, akan menumbuhkan tanggung jawab kepada anak.

Sarah mencontohkan, berikan satu bintang jika anak mau merapikan mainannya sendiri. Berikan lagi satu bintang jika anak melahap habis makan siangnya. Pada akhir minggu, hitung jumlah bintang dan berikan hadiah sederhana, seperti cokelat (yang tidak mudah didapatnya setiap hari), atas perilaku baik anak selama seminggu penuh.

"Anak belajar berdisplin dengan cara menyenangkan dan positif, dibandingkan dengan memberikan hukuman apalagi dengan memukul saat anak tak mau makan misalnya," papar Sarah, usai menghadiri konperensi pers "100% Nutrisi untuk Buah Hati" yang diadakan MeadJohnson di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mantan VJ MTV ini mengaku Rajata tumbuh menjadi anak yang berempati tinggi di sekolahnya. Sebagai ibu, Sarah ingin menumbuhkan bahwa segala sesuatu bisa didapatkan seseorang dengan melakukan sesuatu. Misalnya, kesenangan (hanya dengan mendapat lolipop misalkan) hanya bisa didapat dengan berusaha lebih dahulu.

Menjelang usia 5 tahun, normalnya anak sudah mulai mengerti bahasa verbal dan tak perlu lagi menerapkan sistem bonus. Karenanya, lanjut Sarah, sistem bonus bisa dihentikan saat anak berusia 5 tahun. "Rajata sudah mengerti dan bisa memahami lewat komunikasi langsung," katanya.

Mau coba cara Sarah? Pastikan Anda sebagai orangtua bisa berdisiplin dengan tidak memberi jajanan enak yang disukai anak-anak setiap hari. Jika setiap minggu Anda memberikan bonus jajanan yang sama, upaya ini tak akan berhasil.

Dengar Tangis Bayi Anda, Kenali Artinya

Jumat, 05 Februari 2010


"Dari sejak ia lahir, bayi Anda berusaha berkomunikasi dengan Anda. Ia akan secara konstan berusaha menyampaikan kebutuhannya," terang George Herman, ahli hipnoterapi dari Mind Clinic, pada talkshow Memahami Baby Talk di RSIA Bunda beberapa waktu lalu. Pada usia 0-3 bulan hidupnya, kecerdasan bayi belum sepenuhnya terbentuk, karena itu ia tak bisa menyampaikan keinginannya. Karenanya, sebagai orangtua, kita harus memahami apa yang ingin disampaikan si bayi lewat tangisannya. Ya, tangisannya. Karena jika Anda jeli mendengar, ternyata tangisan bayi memiliki arti tersendiri.

Menurut George Herman, bayi ingin menyampaikan kebutuhannya kepada siapa pun lewat tangisan. Pada talkshow itu, George Herman membagikan informasi mengenai Baby Talk, yang ditemukan oleh seorang wanita bernama Priscilla Dunstan. Priscilla memiliki kepandaian lebih dalam hal pendengaran. Ia memiliki kepekaan untuk mendengar suara. Ketika ia mendengar anaknya, Tomas menangis, makin hari ia pun mengenali adanya perbedaan akan kebutuhan si kecil. Dari sana ia mempelajari arti dari tangisan-tangisan bayi.

Dalam situsnya, Dunstanbaby.com, Priscilla mengatakan bahwa bayi akan menggunakan suara dan gerak tubuh untuk mengutarakan kebutuhannya. Suara-suara yang diciptakan bayi tidaklah acak. Bayi akan menciptakan suara yang muncul karena ia merespon kebutuhan fisiknya. Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi, tangisannya akan makin kencang dan bayi pun akan makin gusar.

"Menurut saya, memahami bahasa bayi itu sangat penting, karena hal ini akan membangun keintiman ibu dan anak, khususnya saat anak di usia 0-3 bulan," ungkap Egidia, artis dan presenter yang sudah menerapkan metode Baby Talk ini dengan kedua anaknya. Egidia mengatakan, dengan memahami bahasa bayi, kita akan cepat tanggap akan kebutuhannya. Ketika kebutuhannya cepat ditanggapi, emosi anak pun akan makin baik. Misal, ketika, si bayi baru mendapatkan perhatian ketika sudah menangis kencang, ia belajar bahwa ketika ia butuh sesuatu ia akan menangis dengan kencangnya. Lalu di kali lain, ia secara otomatis belajar, bahwa ia harus menangis amat kencang agar kebutuhannya dipenuhi. Anak dan orangtuanya pun akan gusar dan sama-sama lelah.

Di acara tersebut, Egidia berbagi cerita, bahwa ia kerap kali mendengar orangtua baru lain mengeluhkan bahwa mereka kekurangan tidur karena si bayi terus menangis. Sementara ia, tak pernah merasa seperti itu, karena bayinya bisa tidur lelap di malam hari. Jika pun terbangun, Egidia bisa tahu kebutuhan si bayi apa, langsung ditanggapi, dan keduanya bisa langsung tidur kembali.

George Herman mengatakan, bahwa ada 5 kebutuhan dasar bayi, yakni; lapar karena ingin minum susu, mengantuk dan ingin tidur, ada gas yang ingin dikeluarkan lewat sendawa, dan perut bagian bawahnya sakit karena ingin keluar gas atau buang air.

Berdasarkan kebutuhan itu, si bayi secara refleks akan mengeluarkan suara lewat mulutnya. Untuk mengenali suara-suara tersebut dibutuhkan kejelian dari orangtua untuk mengerti dan mendengarkannya. Berikut apa yang dikatakan Priscilla Dunstan mengenai hasil tangisan si anak:
- Neh; ada suara "nnn" di depan tangisan si bayi. Ini artinya si bayi lapar dan ingin minum susu.
- Heh; ada suara "hhh" di depan tangisannya, yang berarti ada rasa tidak nyaman di tubuhnya. Entah itu karena popoknya basah, tubuhnya merasa kepanasan, atau merasa kedinginan.
- Eh; tak ada "N" atau "H" di depannya, artinya lambungnya sakit/sesak, minta badannya ditegakkan agar bisa bersendawa dan mengeluarkan gas dari lambungnya.
- Eairh; ada huruf "R" di tengahnya, artinya di bagian perutnya ada rasa tidak nyaman. Ia sedang mengejan, karena mau buang air besar, atau ingin mengeluarkan angin dari perutnya.
- Aaw/owh; ada bentuk membulat di mulutnya dan cenderung membuka mulut. Artinya, ia mengantuk dan ingin dibuat nyaman seperti saat ia akan dibawa tidur.

Menurut Priscilla, bahasa ini merupakan bahasa universal, untuk seluruh bayi di dunia. Karena bahasa ini terucap berdasarkan refleks bayi akan kebutuhan tubuhnya. Jika Anda ingin mengenali lebih jelas suara-suara bayi tersebut, Anda bisa mencari bukunya di toko-toko buku, atau melihat dan mendengarnya lewat internet.

Risiko Anak Autisme Meningkat Sesuai Usia Ibu

Kamis, 28 Januari 2010


Dibandingkan pria, wanita yang mempunyai bayi dalam usia yang tak muda lagi lebih meningkatkan risiko anak dengan austisme. Demikian hasil studi baru yang menganalisa temuan dari lebih dari 5 juta kelahiran.

Perbandingannya begini: wanita yang berusia di atas 40 tahun memiliki risiko 50 persen untuk mendapatkan anak dengan autisme daripada mereka yang melahirkan di usia 20 tahunan. Studi juga menyatakan, risiko terjadi kurang dari 4 dari 1.000 kelahiran. Sedangkan risiko pria berusia di atas 40 tahun lebih tinggi 36 persen daripada pria yang mempunyai anak di usia 20 tahunan.

Penemuan, yang dirilis di Journal Autism Research edisi Februari ini, bertentangan dengan penelitian lain yang mengatakan bahwa usia ayah memainkan peran yang lebih besar daripada usia ibu. Para peneliti dan pakar autisme lain mengatakan bahwa penelitian baru ini lebih meyakinkan, sebagian karena lingkup penelitian yang lebih luas. Ibu berusia matang diketahui memiliki risiko yang meningkat untuk mendapatkan anak dengan kelainan genetik, dan gen diperkirakan memegang peran dalam autisme.

Autisme adalah kelainan yang berkembang, yang menimbulkan masalah perilaku, komunikasi, dan sosialisasi yang ringan maupun berat.

Risiko kecil
Meskipun demikian, menurut Maureen Durkin, peneliti dari University of Wisconsin yang juga mempelajari pengaruh usia orangtua terhadap autisme, peningkatan risiko ini termasuk kecil. Banyak juga bayi yang lahir dari ibu berusia matang tidak mengalami autisme. Karena itu menurutnya, risiko rendah untuk autisme ini hanyalah merupakan pesan yang perlu dipertimbangkan oleh calon orangtua.

Studi ini mempelajari 5,6 juta kelahiran bayi di California antara 1 Januari 1990 dan 31 Desember 1999, dan kasus-kasus autisme yang didiagnosa sebelum usia 6 tahun. Secara total jumlahnya lebih dari 13.000; sedangkan studi tersebut menganalisa 12.159 anak autis dimana usia orangtuanya juga diketahui.

Para peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi diagnosis autisme, termasuk pendidikan dan ras orangtua.

Sementara itu Catherine Lord, direktur Autism and Communication Disorders Center di University of Michigan, mengatakan bahwa studi ini lebih kuat daripada penelitian sebelumnya yang memfokuskan pada usia ayah. Hal ini, menurutnya, memberikan gambaran yang lebih penuh mengenai apa yang sedang terjadi.

Data belakangan ini menyebutkan bahwa 1 dari 100 anak di Amerika mengalami autis, angka yang tampaknya telah meningkat dalam dekade terakhir. Para ahli meyakini bahwa peningkatan ini mencerminkan kesadaran yang lebih baik dan definisi autis yang meluas ketimbang peningkatan terhadap anak-anak yang mengidapnya.

Bayi yang dilahirkan oleh ibu berusia tua memang telah meningkat dalam tahun-tahun terakhir ini, tetapi mungkin hanya menyumbangkan sebagian kecil dari peningkatan dalam kasus-kasus, demikian pendapat salah satu penulis studi yang juga peneliti UC-Davis, Irva Hertz-Picciotto.

Trik Aman Internetan untuk Anak

Sabtu, 02 Januari 2010


Anak umur belasan tahun terutama usia SMP dan SMA menjadi mangsa yang mudah diperdaya predator online. Pelaku kejahatan siber ini makin aktif mengintai mangsa dengan mulai masuk ranah pergaulan di jejaring sosial.

Harian Kompas (8/2/2010) menuliskan aktivitas anak/remaja Indonesia di internet kini terus meningkat. Berdasarkan hasil riset Yahoo! di Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009, pengguna terbesar internet adalah remaja usia 15-19 tahun, sebesar 64 persen. Jika didasarkan pada UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, usia 0-18 tahun tergolong usia anak-anak. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet melalui warung internet (warnet), sementara sebanyak 19 persen mengakses via telepon seluler.

Data ini menunjukkan dengan sangat gamblang, terutama kepada orangtua, untuk lebih waspada merespons aktivitas anak melalui internet. Apalagi saat ini ponsel murah yang langsung terkoneksi dengan Facebook, misalnya, semakin mudah didapatkan.

Agar anak dan orangtua lebih aman berinternet, ikuti cara berikut ini:
Posisi komputer di zona aman
Tempatkan komputer di ruang yang mudah dipantau oleh orangtua. Dengan begitu anak tidak asik sendirian tanpa pengawasan. Jangan biasakan anak berinternet di kamar pribadi yang tak mudah diawasi.

Pasang piranti khusus di komputer
Pasang pengaman untuk membatasi anak agar tidak mengakses situs yang tidak layak. Piranti lunak dapat diunduh secara gratis di situs www1.k9webprotection.com dan www.kidrocket.com

Berikan ponsel tanpa internet
Ketegasan tetap perlu meski saat ini ponsel murah yang memberikan tawaran menggiurkan terkait akses internet semakin marak saja.

Ajarkan etiket berinternet
Jika anak berinternet, pastikan Anda sebagai orangtua untuk mendampingi, memberi batasan waktu, mengajari perilaku berinternet yang baik, dan menjelaskan aturan penggunaannya.

Aktif di jejaring sosial anak
Ikulah interaksi anak dalam jejaring sosialnya untuk mengontrol aktivitas dan teman-teman anak. Untuk menjalani kegiatan ini lebih baik orangtua berhati-hati, jangan terlalu mengintervensi, karena bagaimanapun anak punya privasi. Fungsi orangtua adalah sebagai pengawas jika melihat gelagat yang tidak beres.

 

Browse